skip to main |
skip to sidebar
ANTARA
Lorong ini bersama kita berdiri
bersama membangun ketidak kokohan jauh dari induk
merayap bagai menatih tembok mencari sisi berkilau
mengaisi santapan tanpa peduli apapun
obsesi mengejar semua untuk cita yang membludak
bersaing demi 4,00
Berguling kembali mencari sosok pemandu kedepan yang tulus
dan bukanlah sesuatu yang bak kentut
bahkan mungkin seperti senyawa etilen yang mematangkan buah
ataukah hanya sedikit senyawa pedas cabe yang menular antar jemari ketika menggengam
atau.. atau semua hanya ilusi
dua tahun telat dua hari
semenjak itu satu rasa berwujud, bersatu, menyatukan
Bahkan tak peduli pelosok mana kemunculan itu
Satu tanda kebersamaan terwujud
tapi itu satu,,, satu dari sejuta masalah.
kata antara...
Antara egoisme ataukah konsistensi, atau bahkan kedewasaan
berkukuh pada ego dan lepas kendali untuknya yang bersama dahulu
konsistensi buah bibir yang celoteh di tong sampah
Mereka hanya pandai bercelotoh omong kosong dengan cerita fiktif
Setelah ludah dibuang terjilat pula
mungkin radak konyol atau mirip ketololan

Semua memang punya konsekuesi
Dan harga mati untuk dunia. Karena dunia milik setiap yang berada
siapa kuat dia bertahan dan yang lemah silahkan berevolusi
bahkan kau tetap pada pendirian meneguhkan kemanjaan dibalik kebodohan
mengandalkan dengkul yang tak pernah bisa berpikir.
Kotoran sembarang ditabur di segala sisi diruangan semerbak
Lagi.. sekali lagi untukmu penderita
Bangkit dan bersadarlah semenjak detik ini untuk bertahan dari kejamnya dunia
bahkan lihat cermin mewujudkan hasratmu.
katakan padanya dirimu, diriku memang buta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar